Header AD

header ads

Kenapa Perlu Istighfar?


eraummat.com - Kita sering dianjurkan beristighfar dalam menjalani kehidupan seharian kita. Ia dikatakan sunnah Rasulullah karena Nabi Muhammad sendiri selalu beristighfar.

Ibnu Umar menceritakan, kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah dan kami mendengar Rasulullah mengulang-ulang membaca sebanyak 100 kali doa yang berbunyi: “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubat ku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengasih.” (Hadis Riwayat Abu Dawud, Turmidzi dan Ibnu Majah, dishohehkan oleh Imam Turmidzi)

Kita memandang istighfar sebagai suatu amalan yang perlu dilakukan selepas melakukan dosa, sepertinya selepas sadar dari mengumpat.

Ada juga yang menjadikan istighfar sebagai ayat "melatah". seperti dalam keadaan terkejut.
Kasihan sungguh kita, selama ini kebanyakan istighfar yang dilafazkan di luar kesedaran kita!.

Bila ditanya pada diri sendiri, mengapa kita perlu istighfar? maka timbullah jawaban berdasarkan logika akal fikiran. 

"agar tenang", "agar dosa diampunkan", "agar hidup diridhoi Allah" dan seterusnya...

Tapi adakah kita berpuas hati dengan jawaban berdasarkan logika akal fikiran kita saja? dalam setiap persoalan, kita hendaklah mendasarkan penilaian kita berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Mari kita bertanya kepada dua bahan rujukan kita yaitu sunnah Rasulullah s.a.w dan ayat Al-Quran. 

Istigfar Agar Memperoleh Pengampunan dari Allah SWT.
Dalam surah An-Nisa,  110


"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ini adalah asas kepada istighfar, dan setiap muslim sepatutnya memahami fungsi istighfar ini.

Istighfar Agar Memperoleh Perlindungan dari Allah SWT

Dari surah Al-Anfal, ayat 33


"Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (muhammad) berada dianatara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun"

dan dari surah Gharfir/Al-Mukmin, ayat 7-10

"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arasy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berdoa):

"Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan periharalah mereka dari azab neraka. 

"Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam syurga "Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang sholeh diantara nenek moyang mereka, istri-istri (dan suami), dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"

"Dan peliharalah mereka dari kejahatan. Dan orang yang Engkau pelihara dari kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung."

Lihatlah, bagaimana mulianya manusia yang memohon ampun kepada Allah. Sehingga para malaikat mendoakan mereka sedemikian. dan doa para malaikat bukan hanya untuk individu yang memohon ampunan Allah, bahkan untuk nenek moyang (ahli keluarganya yang telah meniggal), pasangannya, dan zuriat mereka (anak, cucu, cicit dan seterusnya).

Istighfar agar mendapat kesenangan dan terlepas dari keadaan risau dan resah

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah telah bersabda: “Barangsiapa melazimkan istighfar, maka Allah akan jadikan jalan keluar dalam setiap kesulitan hidup, dan jadikan setiap kegundah-gulanaannya menjadi kebahagiaan dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.”

(hari. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Kisah Yang Pertama :

Mari dengarkan sebuah kisah dari sebuah kitab Tafsir Al-Maraghi hasil tulisan seorang ulama bernama Ahmad Musthafa al-Maraghi. kisah tentang seorang tabi'in (generasi ulama selepas sahabat rasulullah) yang bernama Hasan Al-Basri. Hasan sering didatangi mereka yang bertanya hukum agama dan meminta nasihat atas segala persoalan. 

Suatu hari Hasan didatangi seorang lelaki yang mengadu tentang kelaparan yang dihadapinya. Hasan dengan penuh perhatian menjawab "Istighfarlah kepada Allah swt"

Datang lagi seorang lelaki meminta Hasan untuk mendoakannya agar dia mempunyai zuriat. Hasan menjawab "beristighfarlah kepada Allah swt"

Kemudian datang lagi seorang lelaki yang kebunnya mengalami kekeringan. Hasan terus menjawab "beristighfarlah kepada Allah swt"

Kelakuan Hasan tadi amat menghairankan penduduk sekitarnya. sehingga seorang dari penduduk itu bertanya kepada Hasan "Beberapa orang lelaki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!”

Maka Hasan menjawab "Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)”.
Firman Allah yang dimaksudkan oleh Hasan adalah surah An-Nuh Ayat 10-12 yang bermaksud.

"Maka aku (nabi Nuh) berkata (kepada kaumnya) "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu"

Contohilah Hasan al-Basri kerana sikapnya dan pemikirannya yang sentiasa berdasarkan al-quran dan as-sunnah.

Istighfar Sebagai Usaha Memakbulkan Doa

Firman Allah dalam surah Al-Hud, ayat ke-3


"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Nescaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan ) keutamannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku(Muhammad) takut kamu akan ditimpa seksa hari kiamat" 

kali ini, kita bacakan kisah tentang seorang alim yang bernama Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Abu `Abd Allah al-Shayban yang cukup terkenal dengan nama mazhabnya, yaitu mazhab Hanbali.

Kisah Yang Kedua :

Dikisahkan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah bepergian untuk suatu keperluan sampai kemalaman di sebuah kampung. Karena tidak ingin merepotkan siapapun, beliaupun mampir ke sebuah masjid kecil untuk shalat sekaligus berniat bermalam disana. Seusai shalat, ia hendak merebahkan tubuh tua beliau di masjid kecil tersebut guna melepaskan sedikit kepenatan malam itu, tiba-tiba sang penjaga masjid datang dan melarang beliau tidur di dalamnya.

Sang penjaga tidak mengetahui bahwa, yang dihadapainya adalah seorang ulama besar. Sementara Imam Ahmad juga tidak ingin memperkenalkan diri kepadanya. Beliau langsung keluar dan berpindah ke teras masjid dengan niat beristirahat di luar masjid itu. Namun sang penjaga tetap saja mengusir beliau secara kasar dan bahkan sampai menarik beliau ke jalanan.

Tepat saat Imam Ahmad sedang kebingungan di jalan itu, melintaslah seseorang yang ternyata berprofesi sebagai pembuat dan penjual roti. Akhirnya dia menawari dan mengajak beliau untuk menginap di tempatnya, juga tanpa tahu bahwa, tamunya ini adalah Imam Ahmad bin Hanbal.

Ketika sampai di rumahnya, sang lelaki baik hati itupun segera mempersiapkan tempat bermalam untuk Imam Ahmad dan mempersilahkan beliau agar langsung istirahat. Sedangkan dia sendiri justru mulai bekerja dengan menyiapkan bahan-bahan pembuatan roti yang akan dijualnya esok hari.

Ternyata Imam Ahmad tidak langsung tidur, melainkan malah memperhatikan segala gerak gerik sang pembuat roti yang menjamu beliau. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad merasa penasaran lalu bertanya, “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Sang Imam melanjutkan pertanyaan beliau, “Lalu apakah Anda bisa merasakan adanya hasil dan manfaat tertentu dari kebiasaan istighfar Anda ini?”

“Ya, tentu saja,” jawab sang tukang roti dengan cepat dan penuh keyakinan.

“Apa itu, kalau boleh tahu?,” tanya Imam Ahmad lagi.

Ia pun menjelaskan, “Sejak merutinkan bacaan doa istighfar ini, saya merasa tidak ada satu doapun yang saya panjatkan, melainkan selalu Allah kabulkan, kecuali satu doa saja yang masih belum terkabul sampai detik ini?”

Sang Imam semakin penasaran dan bertanya, “Apa gerangan doa yang satu itu?”

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

Mendengar jawaban dan penjelasan terakhir ini, Imam Ahmad terhenyak dan langsung bangkit serta bertakbir, “Allahu Akbar! Ketahuilah wahai Saudaraku bahwa, Allah telah mengabulkan doamu!

Sang pembuat roti kaget dan penasaran, “Apa kata bapak? Doaku telah dikabulkan? Bagaimana caranya? Dimana saya bisa menemui Sang Imam panutan saya itu?”

Selanjutnya Imam Ahmad menjawab dengan tenang, “Ya. Benar, Allah telah mengabulkan doamu. Ternyata semua yang aku alami hari ini, mulai dari kemalaman di kampung ini, diusir sang penjaga masjid, bertemu dengan Anda di jalanan, sampai menginap di rumah ini, rupanya itu semua hanya merupakan cara Allah untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang saleh. Ya, orang yang sangat ingin kamu temui selama ini telah ada di rumahmu, dan bahkan di depanmu sekarang. Ketahuilah wahai lelaki saleh, aku adalah Ahmad bin Hanbal…!”

Subhanallah, Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya yang senantiasa membaca istighfar.

Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

Dari Ibnu Abbas r. a Rasulullah SAW Bersabda :”Siapa yang selalu beristighfar (meminta ampun kepada Allah), niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan dan memberi rezeki tanpa di duga olehnya. (HR. Abu Daud)

Besarnya kuasa Allah! Kerana sayangnya Allah kepada si pembuat roti, dibawanya Imam Ahmad kepadanya. 

dalam kisah ini kita juga patut mencontohi akhlak Imam Ahmad. walaupun beliau mengetahui nama beliau amat terkenal dan dihormati, tetapi beliau tidak membanggakan namanya agar memperoleh pertolongan dari manusia. beliau tidak mengungkit kebaikan yang telah beliau lakukan. kerana jika beliau mengungkit kebaikan yang telah beliau lakukan dengan memberitahu namanya dengan mengharapkan balasan, maka khuatir Allah akan membalas dengan memadam segala amalan yang dibanggakan tadi.

"Jauhilah olehmu akan mengungkit-ungkit pemberian karena yang demikian itu dapat menggagalkan kesyukuran dan menghilangkan pahala." (hari.Muslim) 

Inilah antara kebaikan yang kita perolehi jika kita selau beristighfar kepada Allah. Sekarang kita boleh lebih menghayati lafaz astaghfirullah hal azim dan yang seteru dengannya.

Bagaimana dan apakah lafaz zikir yang digunakan untuk beristighfar? ucapkanlah apa yang kamu inginkan selagi ianya membawa maksud mengharap pengampunan dari Allah swt, kerana istighfar itu sendiri membawa maksud memohon ampunan dari Allah. 

Sesungguhnya Allah swt dan Rasulnya juga lebih mengetahui.

Beramallah kita seperti seorang muslim

sehingga kita berupaya melaungkan "Saksikanlah. Aku seorang muslim!" tanpa ragu.

Kenapa Perlu Istighfar? Kenapa Perlu Istighfar? Reviewed by ERA UMAT on 9:38 PM Rating: 5

3 comments

  1. untuk menghapus dosa, kunjung balik bos
    http://www.wanawisata.com/2017/03/candi-borobudur-central-java.html

    ReplyDelete

Post AD

home ads