Header AD

header ads

Nasihat Bijak "Tidak Bisa atau Tidak Mau"


eraummat.com - Ada sebuah cerita tentang seorang syekh Abdullah Al Azzam, pada suatu ketika syekh mendapat pertanyaan dari muridnya. 

Ya, syekh apakah yang dimaksud dengan kata mastatho’tum (semampumu).

Syekh tidak langsung menjawab pertanyaan muridnya tetapi beliau mengajak muridnya ke lapangan. Syekh Abdullah Al Azzam kemudian menyuruh murid-muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan semampu mereka. 

Titik awalnya sama tetapi garis akhirnya berbeda-beda, ada yang hanya 3 putaran saja sudah capek, ada juga yang lebih dari jumlah tersebut. Setelah semua muridnya menepi semua, tanpa diduga syekh itu ikut berlari mengelilingi lapangan. 

Para murid pun kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua berlari. Sang syekh sudah terlihat letih dan wajahnya pucat pasih, tetapi tidak ada tanda-tanda syekh untuk menghentikan larinya sampai akhirnya sang syekh jatuh pingsan. 

Para murid pun langsung berlari untuk membangunkan sang syekh. Saat syekh tersebut terbangun, beliau langsung mengatakan “inilah yang disebut dengan semampu kita (mastatho’tum). Berusaha dengan semaksimal mungkin sampai Allah sendiri yang menghentikannya”. 

Banyak sekali orang pemalas yang gampang untuk menyerah dan mudah sekali mengatakan sudah berusaha dengan maksimal. Dia mengatakan “sudah tidak bisa lagi” padahal yang sebenarnya adalah “sudah tidak mau lagi”. Banyak sekali contoh yang orang yang mengatakan sudah tidak sanggup atau tidak bisa, kenyataannya masih bisa. Jadi sebenarnya “tidak bisa atau tidak mau?”. 

Sumber : fimadani
Nasihat Bijak "Tidak Bisa atau Tidak Mau" Nasihat Bijak "Tidak Bisa atau Tidak Mau" Reviewed by ERA UMAT on 8:09 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads