Header AD

header ads

Terbongkar, ini Alasan Rezim Jokowi Maksa Ingin Bubarkan HTI (eraummat.com)

Hizbut Tahrir Indonesia
Wacana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia menjadi treding di berbagai media. Banyak sekali pihak yang membela HTI, karena wacana tersebut terkesan di paksakan. Berbagai tanggapan satir kepada rezim dari nitizenpun bermunculan. Dukungan kepada HTI semakin besar. Berikut ada beberapa pendapat nitizen soal kenapa rezim Jokowi maksa banget ingin bubarkan HTI. Silahkan disimak pendapat dari Darmawan dalam akun facebooknya...
Analisa yg cukup menarik kenapa rezim pemerintah mau membubarkan HTI...
1. Kekalahan Ahok pada pilkada DKI membuat rezim penguasa sangat kecewa dan marah, dan salah satu penyebab utama kekalahan Ahok menurut mereka adalah HTI yg mereka sebut ormas radikal atau intoleran, dan HTI jauh-jauh hari sebelum aksi 212 sudah massif mengkampanyekan "Haramnya pemimpin kafir", "Tolak Pemimpin Kafir" dll...

2. Masa kepemimpinan Pak Jokowi tinggal -+ 2 tahun saja lagi, dan masa ini adalah masa yg tidak terlalu lama lagi bagi para kapitalis pendukung rezim penguasa utk membalikkan modal yg sudah mereka keluarkan pada saat mendukung rezim ini utk berkuasa. Para kapitalis itu akan berusaha jor-joran membuat proyek yg menguntungkan mereka, dan tentu kita tahu banyak proyek itu yg akan bertentangan dgn kepentingan rakyat banyak, sebut saja misalnya proyek kelistrikan, sektor tambang, perkebunan, properti dll.

Para kapitalis itu tahu bahwa HTI adalah ormas yg paling getol menentang berbagai kebijakan yg tidak berpihak kpd rakyat kecil, apalagi solusi yg ditawarkan oleh HTI juga bersumber dari nash-nash agama. HTI bagi mereka ibarat monster yg sangat menakutkan. Mumpung saat ini mereka lagi berkuasa maka mereka akan mencari segala cara utk menghabisi HTI, mereka tdk mungkin berhadapan face to face dgn HTI, karena mereka yakin pasti kalah, karena rakyat pasti mendukung HTI, maka mereka menggunakan instrumen lain dan alat yg menurut mereka bisa digunakan utk melawan HTI.

Instrumen hukum dan kepolisian tidak cukup kuat utk menghabisi HTI, maka digunakanlah stempel "anti Pancasila dan anti NKRI" sebuah stempel yg sudah lazim digunakan rezim penguasa sejak zaman dahulu utk menyerang lawan politik mereka. Stempel "anti Pancasila dan anti NKRI" yg dituduhkan kpd HTI mereka yakini juga sebenarnya tidak akan berhasil utk menghabisi HTI, karena mereka sendiri tahu (khususnya kepolisian) bahwa HTI itu tidak pernah melanggar hukum dan anti kekerasan, maka digunakanlah alat yg lain yaitu "membenturkan dgn ormas yg lain" dlm hal ini ormas yg dianggap moderat, dan kita bisa lihat alat yg mereka gunakan adalah GP Ansor dan Banser serta ormas2 lain yg dianggap bisa dipakai sbg alat, entah ormas2 ini sadar atau tidak yg jelas mereka sudah dijadikan alat utk dibentur2kan dg HTI.

Usaha membentur2kan itu dgn harapan agar HTI bereaksi keras juga melakukan perlawanan sehingga terjadinya aksi kekerasan, dgn adanya aksi kekerasan yg diharapkan dilakukan HTI itulah bisa dijadikan alasan utk membubarkan organisasi HTI. Upaya ini nampaknya juga gagal dilakukan terbukt dgn beberapa kasus spt di Surabaya Jawa Timur dan wilayah di Jawa Tengah, serta beberapa wilayah lain, HTI tetap konsiten dgn thoriqoh dakwahnya yg tanpa kekerasan shg konflik yg diharapkan itu justru tidak berhasil.
Rezim penguasa kembali memutar otaknya, mereka kemudian menggunakan istilah "potensi gangguan keamanan dan ketertiban"...Ormas2 yg dijadikan alat tadi (baik mereka sadari atau tidak sadari) kemudian kembali mereka mainkan dgn upaya pembubaran, penghadangan, penggagalan berbagai kegiatan dakwah yg dilakukan oleh HTI atau syabab HTI, (walaupun yg dibahas dlm pengajian itu hanya tema2 "percintaan", masalah narkoba dll yg tidak ada hubungannya dg isu Pancasila dan NKRI). Hal ini bisa dilihat dari kasus ust. Felix Y. Siauw di Malang atau kasus BKLDK di Bangka Belitung...Istilah "potensi gangguan keamanan dan ketertiban" ini akan sengaja dibuat banyak terjadi kasus "penolakan" dari "elemen masyarakat" yg lain sbg legitimasi rezim "merah" penguasa utk menghabisi HTI.

Satu hal yg tidak boleh ketinggalan (wajib hukumnya bg mereka) adalah peran media sbg alat propaganda pencitra burukkan HTI, ini sangat penting utk mempengaruhi otak masyarakat seakan2 HTI itu adalah organisasi yg sangat berbahaya, perusuh dan pemecah-belah NKRI dan tentu isu "anti Pancasila dan anti NKRI" nya akan terus mereka goreng ( sampai gosong kali...he, he...). Hal ini bisa dilihat dari media2 baik cetak maupun elektronik yg pro rezim spt Metro TV, Kompas TV, Media Indonesia dll.
Jadi ini adalah sebuah pertarungan besar... Tapi yakinlah Islam pasti akan menang...Takbiir !!!!
Sumber : fb
Terbongkar, ini Alasan Rezim Jokowi Maksa Ingin Bubarkan HTI (eraummat.com) Terbongkar, ini Alasan Rezim Jokowi Maksa Ingin Bubarkan HTI (eraummat.com) Reviewed by ERA UMAT on 7:47 AM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads