Header AD

header ads

BAHAYA CACING DAN PUISI SATIR SUKMAWATI


eraummat.com - Persamaan puisi sukmawati dan cacing yang ditemukan dikaleng sarden adalah keduanya sama-sama membahayakan bagi kesehatan


kesehatan berbangsa dan bernegara, karena sifatnya memancing reaksi kontroversi yang tiada habisnya

paling bhineka ternyata aslinya suka mencari perbedaan
paling indonesia ternyata aslinya paling terdepan mengkhianati
paling pancasila ternyata aslinya tidak memahami arti pancasila
puisi sukmawati sesungguhnya penggambaran sosok sukmawati itu sendiri, yang jauh dari nilai nilai agama sehingga mencoba menafsirkan segala hal tetapi tidak memiliki ilmu didalamnya yang akhirnya tidak lebih menjadi provokasi pemikiran seenak versi sendiri
bagi yang paham pancasila dari sila pertama dan ketiga, apa yang dibuat dalam isi puisi sukmawati justru mencerminkan diri berlawanan dari nilai nilai yang diajarkan oleh pancasila


akibat tidak bersandar pada ilmu agama yang baik, serta tidak menghitung aksi serta reaksi, puisi sukmawati tak lebih menerabas isi makna sila pertama ketuhanan yang maha esa serta sila ke tiga persatuan indonesia


pada sila pertama pancasila yang berisi ketuhanan yang maha esa termaktub butir butir menghormati serta percaya dan taqwa, pada sisi inilah yang tidak dipahami oleh sosok sukmawati dalam puisinya


ditambah sila ketiga persatuan indonesia dimana termaktub menempatakan kesatuan dan persatuan bangsa diatas kepentingan pribadi, dan ini bisa menjadi cermin seandainya sosok sukmawati melakukan telaah pikir efek dari aksi reaksi atas puisi yang dia buat


Puisi sukmawati tidak lebih sebuah puisi satir terhadap ajaran Islam, yang justru memberi jelaskan siapa sosok sukmawati itu sendiri dmata umat Islam


puisi satir sukmawati tak lebih dari ekspresi kebebasan kebablasan yang jauh dari nilai nilai pancasila karena memiliki tujuan tak lebih membangun efek kebencian pada ajaran agama Islam dari soal syariat, cadar hingga adzan


efek aksi dan reaksi sepertinya menjadi tujuan dari puisi satir sukmawati tersebut, berharap reaksi berlebihan dari umat kepada sosok sukmawati yang sudah sejak lama mendeklarasikan diri menjadi ikon plurarisme dan kbhinekaan


menciptakan stigmatisasi tiada habis kepada sekelompok atau golongan dari umat Islam sebagai pihak yang anti plurarisme dan anti bhineka


sementara kalau ditelaah lebih matang, puisi satir sukmawati tak lebih ekspresi kebebasan kebablasan yang jauh dari nilai nilai pancasila


bagi umat Islam, puisi satir sukmawati justru akan menjadi protein kebangkitan dan kesadaran umat jilid II, sama seperti cacing dalam sarden yang diklaim menkes banyak proteinnya


sama-sama cacing dan memiliki manfaat protein

(Sumber Dari : FB Penulis)
BAHAYA CACING DAN PUISI SATIR SUKMAWATI BAHAYA CACING DAN PUISI SATIR SUKMAWATI Reviewed by ERA UMAT on 2:59 AM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads