Header AD

header ads

*Palu Memanggil*


Belum luruh kepedihan Lombokku, kini gempa dengan kekuatan 7,7 SR disusul oleh tsunami mengguncang Palu, Sulawesi Tengah.

Ada apa lagi ini ya Allah ! Saat kubuka dan kubaca firmanMU :

وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِ ۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ 

"Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya."
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 18)

Alam raya memang telah ditundukkan (taskhir) untuk mengabdi kepada kepentingan manusia sebagai khalifah di bumi (khalaif al-ardl),akan tetapi alam raya sepertinya memberi syarat sepanjang manusia menjadi khalifah yang baik dan benar. Beginilah cara alam bertutur pada manusia :

1. Hujan yang tadinya pembawa rahmat (QS al-An’am/6:99), tiba-tiba menjadi sumber malapetaka banjir yang memusnahkan areal kehidupan (QS al-Baqarah/2:59).

2. Gunung-gunung yang tadinya sebagai pasak bumi (QS al-Naba’/78:7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS al-Mursalat/77:10).

3. Angin yang tadinya mendistribusi awan (QS al-Baqarah/2:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S. al-Kahfi/18:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memorak-porandakan segala sesuatu yang dilewatinya (QS.Fushshilat/41:16).

4. Laut yang tadinya begitu pasrah melayani mobilitas manusia (QS al-Haj/22:65), tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilaluinya (QS al-Takwin/81:6).

5. Kilat dan guntur tadinya menjalankan fungsi positifnya, melakukan proses nitrifikasi (nitrification process) untuk kehidupan makhluk biologis di bumi (QS al-Ra’d/13:12), tiba-tiba menonjolkan fungsi negatifnya, menetaskan larva-larva betina (telur hama) yang kemudian memusnahkan berbagai tanaman para petani (QS al-Ra’d/13:12).

6. Disparitas flora dan fauna tadinya tumbuh seimbang mengikuti hukum-hukum ekosistem (QS al-Ra’d/13:4), tiba-tiba tumbuh dan berkembang menyalahi keseimbangan dan pertumbuhan deret ukur kebutuhan manusia (QS al-A’raf/7:132).

Azab, mushibah, dan bala dalam Alquran memang ada.
1) Umat Nabi Nuh yang keras kepala dan diwarnai berbagai kedzaliman (QS al-Najm/53:52), dihancurkan dengan banjir besar dan mungkin gelombang tsunami pertama dalam sejarah umat manusia (QS Hud/11:40);

2) Umat Nabi Syu’aib yang penuh dengan korupsi dan kecurangan (QS al-A’raf/7:85; QS Hud/11:84-85) dihancurkan dengan gempa yang menggelegar dan mematikan (QS Hud/11/94);

3) Umat Nabi Shaleh yang kufur dan dilanda hedonisme dan cinta dunia yang berlebihan (QS Al-Syu’ara’/26:146-149) dimusnahkan dengan keganasan virus yang mewabah dan gempa (QS Hud/11:67-68).

4) Umat Nabi Luth yang dilanda kemaksiatan dan penyimpangan seksual 
(QS.Hud/11:78-79) dihancurkan dengan gempa bumi dahsyat (QS Hud/11:82);

5) Penguasa Yaman, Raja Abraha, yang berusaha mengambil alih Ka’bah sebagai bagian dari ambisinya untuk memonopoli segala sumber ekonomi, juga dihancurkan dengan cara mengenaskan sebagaimana dilukiskan dalam surah Al-Fil (QS al-Fil/105:1-5).

Dalam hadist - hadist yang mengupas tentang fenomena bencana alam :
"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga … gempa bumi menjadi sering terjadi.” (Bukhari)

"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi].” (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 27)

Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat … dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah R.a.)

Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi].” (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)

Ya Rabb... bila belum cukup KAU berteriak melalui Lombok kami. Kini kembali KAU meminta perhatian kami melalui Palu.

Ampuni kami bila masih banyak berhitung denganMU ! Ampuni kami yang begitu cinta pada dunia dibanding kecintaan kami padaMU ! Banyak sudah tanda dan peringatan dariMU. Waktu lebih banyak tercurah demi harta untuk menaikkan gengsi. Lupa memindahkan harta bumi ke langit. Menunda sedekah, berhitung sedekah, berhitung waktu. Bila ini tanda akhir zaman, demi Allah dan demi waktu, bukan harta yang terkumpul di BANK, bukan rumah yang terbangun megah, bukan mobil mewah, bukan baju cantik ataupun tas branded, bukan pula jabatan pangkat yang menyilaukan, yang akan menaungi kami di padang mahsyar kelak, namun sedekahlah sebaik-baik payung di padang mahsyar. Ah sudahlah mungkin ini hanya sekedar kata-kata tak berguna, karena manusia belum pernah mati.

“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari Kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: ”Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kueh atau bawang merah atau seperti ini.” (HR Al-Baihaqi – Al-Hakim – Ibnu Khuzaimah)

Bersabda Rasulullah saw: “Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)

Melalui alam, Allah ingin bicara pada kita SEMUA :
Wahai para pemimpin, sudah tertunaikankah amanah rakyatmu, sebelum datang hari akhir yang akan meminta pertanggungjawabanmu ? Dimana kalian bersumpah dibawah kitab suciKU akan menjalankan amanah dengan benar ?

Wahai rakyat, apa yang sudah kalian perbuat untuk negerimu ? Apa yang sudah kalian perbuat pada para ulama penabur ilmu ? Apa yang sudah kalian perbuat bagi sesamamu ? Apa sudah kalian perbuat untuk menolong agamamu ? Apa yang sudah kalian perbuat untuk menolong dirimu dan keluargamu ?

Semoga ber manfaat amiiiin 

Sumber : fb
*Palu Memanggil* *Palu Memanggil* Reviewed by ERA UMAT on 7:04 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads