Header AD

header ads

Pengolok Agama, Tak perlu kamu minta Maaf.


Rasulullah tiada pernah marah karena dorongan hawa nafsu, beliau marah kecuali jika perintah Tuhan dilanggar. Beliau selalu memberi ampun kepada orang yang menyiksa atau menyakitinya. Ingatkah saat Hindun yang dulu pernah menghabisi nyawa pamannya Hamzah, saat Fathul Makkah Ibunda Muawiyah ini dimaafkan.

Berbeda ketika Agama di perolok-olok maka Rasulullah memiliki sikap tegas bagi mereka, Lalu seperti apakah sikap beliau terhadap para 'penyulut api' tersebut? Mari kita simak kisah berikut ini:

Disebutkan dalam riwayat Qatadah, ia berkata, "Ketika Rasulullah ﷺ dalam peperangan menuju Tabuk di hadapan beliau ada sekelompok orang-orang munafik yang mengatakan, 'Apakah laki-laki ini (Muhammad) berharap akan ditaklukan untuknya istana-istana dan benteng-benteng negeri Syam? Tidak mungkin, tidak mungkin'.

Lalu Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya mengenai hal tersebut, lantas Nabi bersabda, 'Tahanlah rombongan mereka!' Kemudian beliau mendatangi mereka dan bersabda, 'Kalian telah berkata begini dan begitu'. Lalu Allah menurunkan ayat tentang diri mereka sebagaimana yang kalian dengar,

"Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), ' “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (At-Taubah 64-65)

Kemudian Allah menjelaskan bahwa bentuk perolok-olokan mereka ini telah mengantarkan mereka kepada kekafiran. Allah berfirman:
"Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa." (At-Taubah: 66)

Makna dari ayat di atas: janganlah kalian menyampaikan permintaan maaf untuk menghindar dari kejahatan ini. Karena sesungguhnya tidak pantas kekafiran itu dilakukan dengan alasan main-main. Jadi, permintaan maaf kalian justru merupakan bentuk pengakuan dosa-dosa kalian.

Sumber : Peperangan Rasulullah ﷺ, Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi

Ringkasan Nurul Yaqin, terjemahan Umar Abdul Djabar
Pengolok Agama, Tak perlu kamu minta Maaf. Pengolok Agama, Tak perlu kamu minta Maaf. Reviewed by ERA UMAT on 12:37 AM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads