Header AD

header ads

Allah Uji Iman Hambanya Karena Cinta

Google Image


Bagiku perkataan ulama adalah oase di tengah sahara.
Bener-bener bisa ngebayangin gimana jadi Siti Hajar, meski pun yang dirasakan sedikit sekali. Gak sebanding.

Yahhh... Karena iman aku dan iman beliau nggak bisa dibandingkan. Kayak langit dan sumur sat alias dasarnya sumur yang udah kering kerontang. Jauuuuuhhhh kan ya...
Tapi, gak papa, dari pada Allah nggak ngasih rasa itu sedikit pun. Masih mending menurut aku mah...
Tau kan gimana suasana lockdown, PSBB dan apa pun istilahnya. Betapa banyak saudara kita yang kena imbasnya.

Tau nggak?Saudara kita yang kena imbas pandemi ini, sebelumnya Allah memberi mereka ujian-ujian.

Namun, tau? Betapa banyak yang sehari hari masih bisa mengukir senyum meski hidup penuh nestapa. Mereka mampu meneguhkan husnudzon mereka. Tapi, sekarang nggak begitu lagi. Ini yang bikin aku nggak kuasa buat nggak nangis.
Mereka, sebelum pandemi ini, masih bisa mengukir senyum, masih bisa menahan rasa terbakarnya hati, sehingga apa yang keluar dari lisannya kalimat kalimat penuh kesabaran. But, di situasi sekarang nggak begitu.

Balik lagi ke kisah siti hajar. Beliau ditinggal berdua sama bayinya. Coba bayangin, beliau akhirnya punya anak dari sekian lama beliau menginginkan kehadirannya. Masih lucu lucunya, beliau masih dipenuhi euforia bahagia, sabar ngehadapin rewelnya. Eh, suatu ketika beliau diajak suaminya jalan. Trus, di tengah daerah yang nggak ada siapapun disana, beliau ditinggal gitu aja sama suaminya. Beliau dalam keadaan bahagia. Baru punya anak, euforia tadi berubah mendung. Terus beliau nanya ke suaminya, "mau kemana kamu?". Nggak dijawab sama suaminya. Beliau nanya lagi, tetep nggak dijawab. Pas beliau mengubah kalimatnya, "apa ini perintah Allah?" dengan singkat, padat, jelas dan tanpa embel embel, suaminya menjawab "ya".
Kamu tau apa yang siti hajar katakan?"kalau begitu Allah tidak akan menelantarkan kami".Kamu tau karena keyakinan itulah, pas anak beliau nangis, beliau lari ke tempat yang sama 7 kali. Karena kalimat keyakinan itu yang menggerakkan kaki beliau. Yakin itu butuh pembuktian. Dan pembuktian itu berupa usahaApa beliau meraung raung?Apa beliau memukuli diri sendiri?Apa beliau bunuh diri?Apa beliau mengucap sumpah serapah?

Nggak, bukan itu yang beliau lakukan. Beliau saking yakinnya. Fatamorgana adanya air, menggerakkan kaki beliau.Dan Allah yang Maha Rahim, Maha Penyayang, Maha Pengasih memberikan solusi. Apakah di tempat yang jauh solusi itu?Apa perlu effort lagi buat gali tanah misalnya?Nggak, di dekat bayinya yang menangis itu, solusi datang. Air yang tadinya fatamorgana, kini ada dekat dengannya.

Kamu tau?Apa penderitaan kita sekarang, secara mental, fisik setara dengan beliau?Apa kita di daerah yang tidak ada sedikitpun orang bersama kita?Apa kita nggak bisa sabar lagi?Untuk aku, kamu, kita yang seringkali prasangka buruk mengelilingi kepala kita. Ayo, sama sama ngerti, sama-sama sabar, sama-sama maklum.Dan tau nggak, apa reward yang Allah berikan kepada siti hajar, suaminya, dan anak keturunannya? Coba buka surah Al baqarah ayat 124.

Baca kisahnya. Suami siti hajar, Ibrahim alaihissalam nggak hanya sekali dua kali diuji. Tapi, beliau mampu lulus dengan sempurna. Nggak hanya beliau, tapi plus keluarganya.

Tau nggak, apa fungsi ujian?Salah satunya adalah Allah ingin dosa kita berguguran. Sampai kita bisa jalan di muka bumi ini dengan tenang tanpa dosa. Masya Allah, segitu sayangnya Allah sama hambaNya.Nah, coba kita merenung sejenak wae. Coba buka surah Al baqarah lagi, ayat 155 s.d 157. Di ayat 157 itu reward bagi kita, orang orang sabar yang mampu lulus ujian.Dan tau,, dari mana inspirasi ini datang?Dari ceramah ustadz Budi Ashari pagi ini, 1 Ramadhan 1441. Ngebahas kitab
الابتلاء و أثره في حياة المؤمنين كما جاء في القرآن الكريم Dari halaman 1 sampai 62.

Pahamkan kenapa kalimat pembuka dari tulisan ini, "bagiku perkataan ulama adalah oase di tengah sahara".Dan aku memotret bukti cinta Siti Hajar, karena kita sama-sama perempuan. Persamaan aku dan beliau hanya itu. Biasanya perempuan bisa ngerti keadaan sesama perempuan. 

El kamil
(Permulaan 2 Ramadhan 1441/20.01)


Allah Uji Iman Hambanya Karena Cinta Allah Uji Iman Hambanya Karena Cinta Reviewed by ERA UMAT on 7:38 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads