Header AD

header ads

PUASA, KEKEBALAN TUBUH KIAN PERKASA

Poster menyambut bulan Ramadhan. Foto: wajibbaca.com
ERAUMMAT.COM - Tak terasa tinggal hitungan hari lagi Ramadhan akan datang. InsyaAllah. Biasanya di pekan terakhir menjelang Ramadhan seperti ini, kemacetan di Jakarta kian menjadi. Seakan semua orang punya urusan yang harus segera diselesaikan.

Antrean di supermarket dipastikan mengular. Segala yang dijual jadi rebutan. “Gunung” sirop, biskuit kaleng, kurma, hingga kolang-kaling menjadi pemandangan wajib.

Jalan di seputar Tanah Abang? Jangan ditanya. Saya bisa membayangkan seperti apa ruwetnya weekend besok ini seandainya keadaan masih normal semua.

Juga jalanan di sekitar area pemakaman. Munggah kata orang Sunda. Nyadran kata orang Jawa. Sekali dalam setahun mereka bertradisi menziarahi makam keluarga.

Tapi menjelang Ramadhan tahun ini semua berbeda. Tak hanya di Indonesia, penduduk bumi sedang dalam suasana prihatin. Semua menahan diri tersebab belum berakhirnya pandemi.

Berkurangnya keriuhan duniawi justru membuat Ramadhan kali ini makin terasa getarannya. Semua mahluk sedang berlombang untuk mendekat padaNya.

Di beberapa negara Eropa mendadak adzan diizinkan dikumandangkan dengan pengeras suara. Di Inggris, untuk pertama kalinya BBC menyiarkan adzan di jaringan siarannya.

Imam masjid diberi waktu siaran pukul 5.50 pagi setiap pekan pada hari Jumat dari 14 stasiun radio lokal BBC.

Di Indonesia, kajian online dari ustadz-ustadz ternama bertebaran setiap hari. Tinggal pilih, sambil tetap rebahan di rumah.

Ramadhan adalah bulan berkah. Keberkahannya sudah mulai terasa di hari-hari ini. Banyak yang optimis pandemi ini bisa berlalu seiring datangnya bulan puasa.

Apa pasal? Saat berpuasa sejatinya tubuh sedang membangun imunitas secara alami. Seperti studi yang dilakukan di University of Southern California, Amerika Serikat pada 2014.

Penelitian itu menghasilkan kesimpulan bahwa berpuasa dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh.

“Saat tubuh sedang lapar, sistem tubuh akan menghemat energi dengan cara mendaur ulang sel-sel kekebalan tubuh yang tidak terpakai atau rusak,” jelas Valter Longo, Sang Peneliti.

Lalu dikirimlah sinyal ke sel induk, inilah saatnya beregenerasi dan membangun kembali seluruh sistem kekebalan menjadi baru. Jika sistem kekebalan sudah "baru", maka tubuh akan semakin kuat.

Penelitian lain dilakukan Dr Ahmad al-Qadhi dan Dr Riyadh Al-Bibabi. Analisa dilakukan sebelum, selama dan setelah puasa Ramadhan berakhir.

Yang diukur adalah analisis kimia darah, protein lemak (lipoproteins), jumlah zat antibody dalam darah dan performa sistem kekebalan tubuh.

Hasilnya sungguh mengejutkan. Indikator fungsional sel membaik sepuluh kali lipat selama menjalani puasa Ramadhan.

Kendati jumlahnya tidak bertambah, namun presentase sel yang melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit mengalami peningkatan pesat.

Tak berhenti di situ, tercatat juga adanya kenaikan protein di dalam darah (IGE) yang merupakan protein pembentuk antibody dalam darah.

Kenaikan juga terjadi pada protein lemak lypoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan lypoprotein berkepadatan tinggi (HDL).

Sebagai informasi, LDL merupakan model lypoprotein yang memiliki pengaruh stimulatif bagi respon- respon imunitas.

Sungguh, Ramadhan tak hanya menyucikan jiwa kita yang diibaratkan terlahir kembali, namun secara fisik pun tubuh otomatis meregenerasi sel-sel yang membuat kekebalan tubuh kian kuat.

MasyaAllah!
Jakarta, 16/4/2020

Sumber : Uttiek
PUASA, KEKEBALAN TUBUH KIAN PERKASA PUASA, KEKEBALAN TUBUH KIAN PERKASA Reviewed by ERA UMAT on 2:38 AM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads