Header AD

header ads

RAMADHAN BERBALUT DUKA


ERAUMMAT.COM - Ramadhan tinggal 11 hari lagi. Hari ini, dari kejauhan bersaut-sautan shalawat dilantunkan, sekalipun masjid sementara ini tak digunakan untuk shalat jamaah lagi. Kemeriahan bulan mulia yang biasanya gegap gempita, kini masih berselimut tanya.

Di Indonesia, panduan pelaksanaan ibadah selama Ramadhan masih digodok pemerintah. Namun dua ormas terbesar, Muhammadiyah dan NU sudah lebih dulu mengeluarkan arahannya.

Bila pandemi belum teratasi, maka pelaksanaan shalat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Tak ada agenda buka bersama, sahur bersama, bazar Ramadhan dan sederet tradisi yang biasanya menghiasi bulan suci.

Dari Tanah Suci, umrah Ramadhan yang biasanya sudah full booked dari jauh-jauh hari, kini kemungkinan visa umrah belum akan dibuka lagi.

Kemeriahan buka bersama di Masjid Nabawi dan kemurahan hati orang-orang keturunan Anshar yang membagikan kurma-kurma terbaiknya, mungkin hanya cerita di tahun ini.

Malam ke-27 yang biasanya membuat jamaah mengular hingga berkilo meter di luar Masjidil Haram mungkin juga tak terjadi.

Dari Mesir, Kementerian Wakaf Mesir telah mengeluarkan larangan pelaksanaan buka bersama, dan kegiatan di dalam masjid, termasuk iktikaf di 10 malam terakhir Ramadhan.

Dari jiran Malaysia, pemerintahnya secara tegas telah mengeluarkan aturan pelarangan bazaar Ramadhan.

Di Inggris, Dewan Muslim Inggris (MCB) telah mengeluarkan pernyataan yang mengharuskan ada penangguhan layanan shalat jika wabah belum mereda.

Demikian halnya keputusan yang dikeluarkan All Dulles Area Muslim Society, Amerika, yang memutuskan menutup 10 masjid selama pandemi ini. Termasuk semua aktivitas selama bulan Ramadhan mendatang.

Kalau kita membayangkan betapa sedihnya Ramadhan tahun ini, maka sesungguhnya saudara-saudara kita di Gaza, Palestina, hampir selalu mengalami Ramadhan yang penuh duka.

Bisa ditandai, di setiap bulan suci, eskalasi serangan tentara zionis makin menjadi-jadi. Hingga keluar ungkapan yang terkenal itu: Sahur di Gaza, buka di surga.

Masih teringat dengan jelas bagaimana serangan brutal yang dilancarkan sepanjang Ramadhan tahun lalu.
Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW juga pernah mengalami masa duka yang sangat mendalam di bulan Ramadhan. Hingga tahun itu dkenal sebagai ‘amul hazn atau tahun duka cita.

Berawal dari pamannya, Abu Thalib, yang meninggal di bulan Ramadhan tiga hari menjelang wafatnya Khadijah radhiyallahu ‘anha (namun ada juga sumber lain yang menyebutkan Abu Thalib meningga di bulan Rajab).

Lalu di bulan Ramadhan tahun kesepuluh kenabian itu, Sang Kekasih Hati, ibunda Khadijah, berpulang di usianya yang ke 65 tahun. Duka cita menggores begitu mendalam di hati Rasulullah SAW.

Sejatinya, banyak hikmah tersembunyi di balik hilangnya kemeriahan Ramadhan tahun ini. Allah ingin memberikan waktu untuk mendaras Alqur’an bersama keluarga yang lebih lama, karena kita tak bisa kemana-mana.

Tak perlu juga membuat agenda buka bersama di mall atau pusat keramaian yang terkadang melalaikan. Yang membuat shalat Maghrib, Isya’, dan Tarawih keteteran.

RAMADHAN BERBALUT DUKA RAMADHAN BERBALUT DUKA Reviewed by ERA UMAT on 6:53 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads