Header AD

header ads

BULAN SYAWAL BULAN PERNIKAHAN


ERAUMMAT.COM - “Kapan nikah? Siapa calonnya? Ini pertanyaan yang sering mencekat tenggorokan melebihi nastar kadaluwarsa. Bagi sebagian kita, mendapat soalan ini bagai rudungan awan kelabu yang menodai pelangi ceria di Hari Raya.”

Membaca postingan Ust Salim A Fillah kemarin membuat saya tersenyum. Karena kalimat “nastar kadaluwarsa” dan bully-an wajib untuk para jomblo yang selalu muncul saat Lebaran.

Mungkin tahun ini bisa bernafas sedikit lega. Mengingat tak ada silaturahmi, jadi pertanyaan itu bisa dihindari.

Mengapa pertanyaan itu selalu muncul di momen Lebaran? Ternyata ada sejarahnya.

Dari Aisyah Radiyallahu ‘anhaa, “Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah SAW yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” [HR. Muslim].

Tercatat setidaknya tiga pernikahan Rasulullah SAW dilaksanakan di bulan Syawal. Yang pertama adalah Ibunda Saudah, istri yang dinikahi setelah wafatnya Ibunda Khadijah.

Lalu Ibunda Aisyah. Namun dengan Ibunda Aisyah tidak langsung tinggal satu rumah karena waktu itu Ibunda Aisyah belum baligh.

Istri berikutnya yang dinikahi di bulan Syawal adalah Umu Salamah. Suami sebelumnya bernama Abu Salamah bin Abil Asad yang terluka parah saat perang Uhud, sempat sembuh sebentar, lalu wafat. Pernikahannya dengan Rasulullah SAW berlangsung pada bulan Syawal 4 H.

Selain itu, tercatat Rasulullah SAW juga menikahkan putri tercintanya Fatimah RA dengan Ali bin Abi Thalib di bulan Syawal.

Ada alasan mengapa bulan Syawal dipilih Rasulullah SAW untuk menikah dan menikahkan, seperti yang dicatat Ibnu Katsir dalam kitabnya “Al-Bidayah wan Nihayah”.

“Rasulullah SAW menikahi ‘Aisyah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua ‘ied (bulan Syawwal termasuk di antara ‘ied fitri dan ‘idul Adha), mereka khawatir akan terjadi perceraian. Keyakinan ini tidaklah benar.”

Masyarakat Arab jahiliyah mempunyai tradisi yang menganggap bulan Syawal adalah bulan “sial” untuk pernikahan. Semacam tradisi masyarakat Jawa yang menghindari pernikahan di bulan Suro atau Muharam.

Fenomena alam yang digunakan sebagai penanda adalah pada bulan Syawal unta betina mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) sebagai tanda menolak unta jantan mendekat.

Ini lalu dianggap bulan Syawal tidak bagus untuk mendapat keturunan. Rasulullah SAW ingin membantah dan meluruskan anggapan keliru itu.

Bagi masyarakat Melayu, bulan Syawal dianggap sebagai bulan yang paling ideal untuk menikah dan menikahkah. Karena biasanya kerabat pulang kampung merayakan Lebaran, maka hajatan bisa dihelat sekalian.

Eh ujan gerimis aje
Ikan bawal diasinin
Eh jangan menangis aje
Bulan syawal mau dikawinin

BULAN SYAWAL BULAN PERNIKAHAN BULAN SYAWAL BULAN PERNIKAHAN Reviewed by ERA UMAT on 8:50 PM Rating: 5

No comments

Post AD

home ads